Peristiwa Kenabian dalam Konteks Kekinian

 

            ADA banyak peristiwa kenabian yang dapat kita pakai cermin. Musa datang disuruh membebaskan kaumnya yang membunuh bayi laki-laki.  Nabi Luth hadir untuk “membinaskan” kaumnya yang mencintai sesama jenis, Ibrahim datang untuk membebaskan kaumnya yang menyembah berhala. Atau Nabi Yusuf yang harus dipenjara walaupun tidak bersalah.

            Atau yang fenomenal, Khidir hadir memberikan pertanda yang fenomenal. Ada bayi tiba-tiba ia bunuh karena diperkirakan bayi itu nanti akan menjadi dzalim, kapal ia bocori agar tenggelam dan tidak dipergunakan musuh, Musa sebagai “muridnya: dilarang bertanya selama perjalanan dan sejumlah peristiwa lainnya..

Tentu, makna dibalik sejarah kenabian ini bukan berarti tidak ada relevansinya dengan zaman sekarang. Dan kita harus haqqul yakin, Allah SWT menguji kecerdasan ummatNya untuk mampu mengaktualkan.

 

            ###

 

            Coba bayangkan,  dalam konteks modern, ditengah hukum negara yang ditegakkan, apa berarti semua penduduk yang telah membunuh bayinya laki-laki kemudian dipenjara? Bukankah negara tanpa kehidupan? Semua polisi dan hakim sibuk menyidik dan menyidang?

            Tapi coba perhatikan : Bukankah bayi suci yang dididik oleh pendidikan dan pola asuh yang salah juga kelak akan membahayakan zaman. Konteks kekiniannya adalah “membunuh bayi” adalah membunuh ketidakbenaran pola asuh, ketidakbenaran pendidikan kita pada bayi, yang hasil akhirnya sama: Bayi itu akan membahayakan bagi zamannya. 

            Coba bayangkan, apabila Nabi Luth hadir di negeri kita, bukankah orang semacam Ryan yang jumlahnya mungkin ribuan akan “dibinasakan”? Dan bagaimana porak porandanya negeri apabila kemudian gerakan Nabi Luth tersebut dijadikan gerakan nasional?

            Coba bayangkan, apabila Nabi Ibrahim hadir di negeri ini, bukankah akan banyak korban berjatuhan karena sekarang ini juga banyak orang menyembah berhala-berhala modern, baik berupa jabatan, kekayaan atau apapun yang “kekuasaannya” melebihi Tuhan.

            Coba bayangkan, apabila Nabi Khidir hadir di negeri ini, akan berapa ribu bayi yang dibunuh, karena kelak mereka akan menjadi pemimpin yang dzalim, penguasa yang korup dan tidak bisa memegang amanah, atau anak-anak lahir yang kelak ternyata menjadi bandit besar yang memporal-porandakan kenyamanan masyarakat.

           

            ###

 

            Tapi jangan remehkan firman Tuhan. Jangan sepelekan “pertanda-tanda” yang telah diberikan Tuhan. Pasti semua benar dan akan ada peristiwa semacam itu kelak terjadi di kemudian hari. Dan semua terbukti di negeri kita ini.

            Coba bayangkan, ketika orang mau berzakat yang diperoleh justru penjara sebagaimana peristiwa di pasuruan? Ini bukan peristiwa biasa, tapi sebuah pertanda zaman, bahwa bangsa ini ada yang salah dalam pola pembangunan manusianya dan hubungan kemasyarakatannya.

            Pemerintah tidak bisa hanya melihat dari sisi yuridis. Presiden tidak boleh hanya sentimental mendapat sms kritikan dan kecaman. Yang lebih penting adalah dikaji secara psikologis dan sosiologis, ada apa sebenarnya masyarakat kita? Jangan-jangan ini teguran Tuhan kepada para pemimpin. Coba kita cari benang merahnya dengan peristiwa pembunuhan bayi tidak bersalah sebagaimana dilawan Nabi Musa dulu?

            Bagaima mungkin, orang fakir miskin yang ingin mendapat zakat justru kehilangan nyawa? Ini bukan peristiwa kriminalitas biasa. Polisi hanya akan mampu menyelesaikan “kulit” persoalan, tapi kedalaman persoalan tugasnya para pemimpin dan ulama untuk memaknai dan mengambil pelajaran. Jangan-jangan ini pertanda dari Tuhan kepada para pemimpin dan ulama sebagaimana pertanda yang disampaikan pada Nabi Khdir?

            Peristiwa Nabi Yusuf yang dipenjara karena fitnah boleh jadi sedang dipertontonkan Allah SWT kepada bangsa ini ketika kita melihat pengadilan pada orang-orang nyang tidak salah di Pengadilan Negeri Jombang? Bukankah Allah sudah jauh sebelumnya telah memberikan pertanda?

            Di Bulan yang suci ini, bangsa ini, perlu belajar dan memaknai banyak peristiwa kenabian yang kita tarik dalam konteks kekinian. Insya Allah semua peristiwa sekarang sudah diberi gambarannya di masa lalu. Tinggal kita dituntut cerdas untuk mampu menangkap fenomena tersebut. @ Yusron Aminulloh

 

(Silahkan pembaca memberikan komentar, tanggapan dan analisis atas topik ini. Terima kasih).

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s